Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Juni 2013

pertemuan singkat

Berdetak jantung ini,
Bergerak tangan ini,
Bergetar badan ini,

Pertemuan singkat yang berjalan sangat cepat
Saat ku ulangi lagi dengan waktu dan tempat yang sama,
Ku nanti da terus ku nanti,tapi kau tidak pernah terlihat lagi oleh mata ini.
Ku ulang dan terus ku ulang masa-masa itu,tp kau tidak juga pernah terliahat


Ya Tuhan,
tolong ulangi masa-masa itu kembali untuk ku dan dia,
supaya aku bisa mengtakan tentang perasan ini kepada dirinya,
supaya dia tau !!!
kalau aku cinta dan sayang dia.
ku mohon,,,,,,,,
tak sanggup diri ini Tuhan,
tanpa dirinya yang selalu membayangi diri ini,
Tuhan tolong aku Tuhan untuk bisa bertemu dengan dia yang aku cinta.

saat hidup tak menentu

Saat hidup tak  menentu
Tak ada yang bisa kulakukan

Ku akui...
Aku iri pada mereka
Aku ingin seperti mereka
Aku juga ingin di banggakan

Kenapa dunia ini tak adil?
Bukan ku bermaksud apa-apa
Tapi,
Ini derita ku...
Ini luka ku...
Ini hidup ku...
Ini tangisku...
Tapi,ku terus bersama mereka yang membuat ku begini

Saat papa mereka menelepon di dekat ku
Tak tertahankan rasanya air mata ini
Ingin rasanya ku keluarkan air mata ini

Mungkin mereka melihat ku dari luar yag begini
Tapi mereka tak pernah tau
Betapa sakit dan rapuhnya aku...

Ingin rasanya kumiliki sosok seseorang yang bisa menerima ku
Dimanaa saat ku menangis dia juga hadir dalam tangis ku
Disaat ku bahagia,juga ada dia
Tapi...

Untuk kini biarlah ku seperti ini dengan semua sakit ku...

Sabtu, 05 Januari 2013

bahagia ku surga mereka dan derita ku pilu mereka


aku berdiri menggunakan toga ini di sebuah jalan setapak yang gelap.
pandangan ku tertuju pada dua orang di kejauhan sana.
dengan senyuman yang tak asing dimata ku.
dua orang yang sangat aku hargai,
dua orang yang sangat aku hormati,aku cintai dan aku sayangi,
ya mereka papa dan mamaku.
Dengan disertai senyuman aku berjalan menghampiri mereka.
Seiring melangkah terlintas dibenakku 
Atas apa yang telah mereka lakukan terhadap hidup ku selama ini.
Mama yang telah mengandung ku slama 9 bulan,
Mama yang sudah memperjuangkan hidup dan matinya hingga aku dapat hadir didunia ini,
Mama juga yang telah juga merawat ku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
Papa yang telah mendidikku,
Papa yang rela bekerja banting tulang,
Ikhlas mengeluarkan keringatnya agar aku dapat menikmati hidup.
Detik demi detik,hari demi hari,bahkan tahun demi tahun,
Apakah yang dapat aku lakukan untuk membalas mereka?,
sering aku tutup kuping gak mau dengerin nasehat mereka,
sering banget aku bohong kepada mereka untuk kepuasan ku.
sering aku ngelawan jika mereka marah karena kenakalan ku, 
sering juga aku banting pintu di hadapan mereka jika mereka tidak mengabulkan permintaan ku,
dan bahkan sering aku mengeluarkan kata-kata kasar yg nggak pantas mereka dengar dari bibirku.
dasar cerewet,kuno,kolot,
tapi apakah mereka memendam perasaan dendam terhadap ku?
Tidak,,,,,
tidak sama sekali,
mereka dapat tulus memaafkan kekhilafan ku 
Mereka tetap menyayangi ku dalam setiap hembusan nafas mereka,
Bahkan mereka tetap menyebut nama ku dalam setiap doa-doa mereka hingga aku menjadi seperti sekarang ini,

Ya tuhan,betapa durhakanya aku???
Tak sadarkah aku bahwa mereka orang yang sangat berarti dalam hidupku,
langkah-langkah ku terhenti di hadapan mereka ,
dan kupandangi papa dan mama ku inci demi inci,
badan yang dulu tegap,kekar kini mulai membungkuk.
rambut yg dulu hitam kini mulai memutih,
dan kulit mereka yang dulu kencang kini mulai berkeriput,
kutatap mata mereka yang berbinar binar dan mulai menetaskan air mata bahagia
 air mata haru air mata bangga melihat ku memakai toga ini,

ku cium tangan mereka,ku peluk mereka sambil berkata,
papa mama yang aku berikan hari ini tidak akan cukup membalas semua yang telah papa dan mama berikan selama ini kepadaku..
terima kasih pa,
terima kasih ma,
aku sayang papa dan mama sampai akhir hayatku

Jumat, 23 November 2012

Dalam kesunyian ku menungkan diri ini
Tanpa ada yang acuh

Alam besar lihatlah aku yang kecil ini
Yang berdosa dan tak berdaya ini
Tak sanggup diriku memikul langitmu selebar ini

Telah ku sadari
Tapi serasa mimpi,
Pembimbingku pergi dan pergi untuk selamanya
Berkaca pada siapa diriku?
Wahai langit mendung....

Kami tak akan bersatu lagi di dunia mu yang fana ini
Papa pergi tinggalkan kami...

Tersiksa bathin ini,walau ku tetap bisa tersenyum
Senyum ini lah yang bisa membuat secercah sinar kehidupan untuk mama

Tapi tak bisa kulepaskan rasa ini,
Ku tangis dan menangis...
Semua ini di balik senyum indah ini
Tetap saja bayang papa ada di benakku
Tak bisa berhenti rasanya air mata ini mengalir

Siapa penghapus kesunyian ku di dalam ketermenungan ku ini?
Tapi,

Jangan kau biarkan yang tak dapat memberiku arti sebuah kehidupan di antara dua hati ini.